Kegiatan belajar di luar kelas program Paket A pokjar Rumah Tahfid Ummu Khaulah Sendang Agung
Filosofi Jawa Penuh Makna
Penulis : Andi Noviandi,,MPd _Pegiat Pendidikan
Masyarakat Jawa kaya akan adat dan praktik budaya.
Tradisi dan budaya nasional Indonesia masih didominasi oleh adat dan budaya
Jawa. Banyaknya orang Jawa yang pernah menduduki jabatan negara dan ikut serta
dalam persoalan-persoalan nasional sejak sebelum kemerdekaan menjadi salah satu
alasannya. Orang Indonesia akrab dengan frasa bahasa Jawa dan nama Jawa.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak
menghentikan masyarakat Jawa untuk mempertahankan ciri khasnya sendiri dalam
hal kepribadian, budaya, dan kehidupan sehari-hari.
Masyarakat jawa memiliki filosofi hidup yang sampai
saat ini terus menjadi inspirasi penulis salah satunya adalah kalimat;
“Sirna Dalane Pati, Nursipat, Luber Tanpo Kebek”
SIrna
dalane pati
“
Hilangkan apa yang harus dihilangkan agar matimu enak, kHusnul Khotimah ( yang
dihilangkan adalah penyakit hati ; Sombong, iri, dengki ) “
Nursipat
“Jadilah
orang yang bermanfaat, Nursipat adalah bersifat Cahya”
Luber
tanpo Kebek
“
Sekaya apapun harta mu, setinggi apapun ilmu dan pangkatmu, jangan terlihat
menunjukan diri tetaplah sederhana, supaya sejatinya penyakit hati tidak
muncul”
Seiring berkembangnya teknologi, pengetahuan bahasa
asing semakin mudah dipelajari dan diakses melalui internet. Namun orang Jawa
tetap menjaga kesantunan dalam bertutur kata. Sampai saat ini masih banyak
masyarakat Jawa yang berbicara berdasarkan hierarki umur atau dengan siapa
mereka berbicara..
Indonesia punya
banyak sekali falsafah baik, Salah satunya adalah filosofi
hidup orang Jawa. Falsafah
Jawa memang terkenal dalam dan penuh makna.
Filosofi jawa yang kaya penuh makna ini pernah di
tulis oleh Umar Kayam dengan judul Buku “
Mangan Ora Mangan Kumpul (makan tidak makan kumpul) yang diterbitkan di
Pustaka Utama Grafiti. Ketebalan 458
Halaman, tahun terbit 1991.
Filosofi Jawa ini terkait langsung dengan kehidupan,
tetapi sayangnya, cita-cita atau nilai-nilai tersebut mulai hilang akibat oleh
masyarakat kontemporer atau disebut tergerus oleh pergaulan modern.